PT CAZH Dorong Sekolah Terapkan Kantin Cashless, Antrean Berkurang dan Transparansi Meningkat

Purwokerto - PT Cazh Teknologi Inovasi meluncurkan program “Kantin Cashless Sekolah” untuk mendorong digitalisasi kantin di lembaga pendidikan. Sistem ini memungkinkan siswa bertransaksi dengan kartu siswa, orang tua memantau pengeluaran anak, dan pedagang kantin memperoleh catatan penjualan yang akurat.

Kantin cashless hadir sebagai solusi atas masalah klasik kantin sekolah: antrean panjang, uang saku siswa yang sering hilang, orang tua yang tidak tahu penggunaan uang anak, serta catatan keuangan sekolah yang tidak rapi. Dengan sistem berbasis kartu RFID atau QR Code, transaksi berlangsung cepat tanpa urusan kembalian, sementara seluruh riwayat belanja tercatat digital.


Kantin Cashless Sekolah memberikan manfaat diantaranya untuk siswa lebih aman karena saldo hanya bisa digunakan pemilik kartu. Orang tua tetap memegang kendali melalui limit harian dan notifikasi belanja. Sekolah memiliki laporan penerimaan yang transparan. Pedagang mendapat data penjualan harian dan bisa mencairkan saldo melalui aplikasi kasir CazhPOS.

Ada enam langkah untuk mengimplementasikannya, yang utama melibatkan pedagang sejak awal, menyiapkan kartu siswa, menentukan titik kasir prioritas, menyusun daftar produk bersama pedagang, sosialisasi kepada orang tua, dan masa uji coba sebelum penerapan penuh.

“Digitalisasi kantin bukan sekedar soal pembayaran, tetapi soal transparansi dan kepercayaan. Dengan sistem cashless, sekolah dapat memastikan penerimaan tercatat rapi, orang tua tetap memegang kendali, dan pedagang punya data akurat untuk mengelola dagangannya,” ujar Head of Marketing and Partnership PT Cazh, Rabu 30 September 2026.

Program ini diharapkan menjadi langkah awal digitalisasi sekolah secara menyeluruh. Kantin yang tertata rapi dan transparan akan meningkatkan kepercayaan orang tua serta mendukung visi pendidikan yang modern, aman, dan efisien. (*)




Baca Juga

Penulis

Eka Setyowati Febriyanti, S.Pd.

Saya biasa dipanggil Eka dan dikenal sebagai pribadi yang kreatif. Pendidikan terakhir saya adalah Sarjana di bidang Pendidikan, namun saya juga memiliki keterampilan dalam bidang fotografi, desain dan administrasi. Berdiskusi dan belajar hal baru juga merupakan hal yang saya gemari untuk menambah keterampilan yang saya miliki.